Jalan-Jalan Ke Gunung Bintan

04/06/2011

Oleh: Iqbal Rois Kaimudin

10-12 Desember kemarin saya jalan-jalan ke Pulau Bintan. Sebenarnya tidak murni jalan-jalan, melainkan ada keperluan di Tanjung Pinang. Tapi daripada langsung ke tanjung pinang pakai ferry yang ‘biasa banget’, mending sekali-kali nyobain rute berbeda: Batam – Tanjung Uban – Tanjung Pinang.

Dengan bekal informasi dari internet, saya beranikan diri membawa motor ke Pulau Bintan. Maksudnya biar lebih leluasa ke mana-mana. Dari pelabuhan Punggur Batam saya menyeberang ke Tanjung Uban dengan fery RORO. Fery RORO ini persis seperti fery penyeberangan Ketapang-Gilimanuk atau Merak-Bakauheni. Ticket penyeberangan seharga Rp.14500,- per penumpang, dan Rp. 24000,- untuk sepeda motor. Jadwal keberangkatan Batam-Tanjung Uban tiap jam 10 pagi dan jam 4 sore. Sementara Tanjung Uban-Batam tiap jam 8 pagi dan jam 1 siang.

Oya, untuk membawa motor atau mobil ke luar batam kita harus membuat surat jalan. Persyaratannya adalah fotokopi BPKB, STNK dan SIM. Pembuatannya di pos polisi dekat loket tiket ferry. Tapi oleh pak polisi yang bertugas hari itu saya tak dibuatkan surat jalan. Katanya motor saya adalah motor batam yang bebas pajak sehingga tidak boleh keluar Batam. Untung pak polisinya baik, motor saya tetap diizinkan menyeberang asal jangan lama-lama. Besok atau lusa harus sudah balik.

Setelah satu jam menyeberangi selat riau sampailah saya di Tanjung Uban. Tak hendak berlama-lama di kota kecil di ujung barat pulau bintan ini, saya langsung meluncur tujuan utama saya datang ke pulau ini;  Gunung Bintan. Letaknya kira-kira 35 km di sebelah timur tanjung uban. Bisa dicapai dalam waktu setengah jam.

Ada yang aneh dengan gunung bintan. Dari jauh dia tampak begitu menjulang. Tapi semakin saya mendekat, gunung bintan malah tampak semakin rendah. Dari sudut tertentu tampak hanya seperti sebuah bukit yang menggunung. Usut punya usut ternyata gunung ini hanya setinggi 400-an meter. Menara Petronas mungkin lebih tinggi! Namun karena merupakan titik tertinggi di pulau bintan maka secara aklamasi disebut gunung.

Di kaki gunung bintan terdapat sebuah air terjun yang dikenal dengan nama Air Terjun Gunung Bintan. Untuk masuk ke kawasan wisata air terjun ini per orang dikenakan retribusi Rp.4000,-

Air terjun gunung bintan tingginya sekitar 7 meter. Debit airnya kecil saja. Jangan pernah membandingkan dengan curug atau coban di tanah jawa yang airnya melimpah ruah. Tapi saya rasa debit air gunung bintan ini tergantung musim. Foto-foto air terjun gunung bintan di blog aprillayunita.multiply.com tampak berair deras. Mungkin dia datang pas musim hujan.

Di sisi kiri air terjun ada tanjakan menuju ke puncak gunung bintan. Di gerbang masuk tertera pengumuman bahwa bagi yang belum pernah ke gunung bintan dan hendak mendaki ke puncak, harus didampingi pemandu lokal. Tapi menurut saya itu tidak perlu. Saya sudah coba mendaki gunung ini sendirian, dan nyatanya saya bisa sampai ke puncak tanpa kendala sedikit pun. Jalan setapak dan tanjakan menuju puncak cukup jelas, dan tidak banyak jalan bercabang yang bisa bikin kesasar. Di beberapa bagian pendakian yang terjal juga terpasang seutas tali yang amat sangat membantu untuk naik dan turun gunung.

Mungkin karena mendaki sendirian, adakalanya bulu kuduk saya bergidik ketika melewati beberapa bagian tanjakan. Maklumlah, sepanjang jalur pendakian ini masih berupa hutan nan lebat. Monyet saja masih wara-wiri di atas pohon. Sepanjang perjalanan saya berdoa semoga tidak datang segerombolan monyet liar mengejar saya, atau orang bunian mengajak saya ke dimensi lain. #imajinasi liar :P

Kurang lebih satu jam saya sampai di puncak. Lumayan keringetan. Di puncak ada tugu kecil yang menandai bahwa lokasi itu adalah puncak. Sayang seribu sayang kita tidak bisa leluasa memandang ke sekeliling alam karena puncak gunung bintan masih tertutup pepohonan lebat. Hanya ada celah kecil di antara rerimbunan yang menghadap ke teluk bintan. Dari situ samar-samar kita bisa melihat kantor walikota Tanjung Pinang yang megah.

Buat yang ingin berkemah, ada lokasi perkemahan beberapa puluh meter sebelum puncak. Ada sungai kecilnya juga buat sumber air bersih. Yang pengen persami boleh dicoba nih.

Turun dari gunung paling asyik langsung nyebur di air terjun gunung bintan. Setelah itu, bisa langsung berburu durian murah. Dengar-dengar sekitar gunung bintan terkenal sebagai daerah penghasil durian. Sayangnya waktu saya datang, durian sedang tidak musim. So, kalau mau jalan-jalan ke gunung bintan datanglah antara bulan Juli – September, karena katanya pada bulan tersebut durian sedang panen.

Met jalan-jalan!

semut raksasa di gunung bintan

view dari puncak gunung bintan

SUPERGEAR is coming soon..!! akan ada banyak sekali adventure gear yang bisa didapat dengan menukarkan poin..

Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account kamu (max 10 poin per hari untuk point komentar). Selebihnya komentar mu tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai perlengka[an adventure menarik di SUPERGEAR

Belum terdaftar sebagai member www.djarumsuper.com? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin!!

Share

Saya sudah berumur 18 tahun