Taman Nasional Gunung Halimun Salak

26/08/2011

Pada hari minggu pagi, Aku, Dono dan Novian sudah berada di terminal bis kampung rambutan. Rencana trip kami kali ini menuju ke gunung Halimun yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Rute pertama kami menaiki bis jurusan Jakarta – Sukabumi dan turun di Parung Kuda (pasar),  pada pukul 10:30 kami tiba di Parung Kuda dan berpindah kendaraan dengan menaiki elf (jurusan Parung Kuda – Cipetey) untuk menuju pos pendaftaran TNGHS di Kabandung

 Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Setelah melalui perjalanan selama satu setengah jam kami tiba di pos TNGHS Kabandungan dan segera melakukan pendaftaran dan kami diterima oleh pak Yusdi setelah proses pendaftaran selesai kami menyempatkan diri untuk makan siang di warung makan di sekitar pos TNGHS tersebut. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan ke stasiun penelitian TNGHS di Cikaniki, untuk mencapai stasiun penelitian TNGHS di Cikaniki yang masih berjarak 20 km dapat menggunakan elf (carter), ojek , atau kalau mau lebih irit dapat jalan kaki dengan waktu kurang lebih 4 – 5 jam perjalanan.

Setelah berembuk kami sepakat untuk menggunakan jasa ojek saja dan menuju stasiun penelitian TGNHS di Cikaniki. (Catatan : untuk mencapai pos TNGHS di Cikaniki jalan yang di tempuh rusak parah (off road) dan berbatu, disarankan tidak menggunakan kendaraan jenis sedan)

Setelah kurang lebih 2 jam berkendaraan dengan ojek pada pukul 14:00 kami tiba di stasiun penelitian TNGHS Cikaniki, di pos ini juga terdapat beberapa penginapan yang kita sewa (milik taman nasional). Setelah proses pendataan selesai kami melanjutkan perjalanan dengan kembali menggunakan jasa ojek untuk menuju desa Citalahab. Gerbang TNGHS  

Sekitar pukul 16:00 kami memasuki perbatasan desa Citalahab, desa Citalahab ini berada di kecamatan Manggung – kab. Bogor. Lokasi desa ini berada di tengah-tengah perkebunan teh (perkebunan teh Nirmala), dengan mayoritas kegiatan para penduduknya sebagai petani teh di perkebunan tersebut. Kurang lebih hanya terdapat 17 rumah saja yang ada di desa ini. Citalahab home stay

 

Setelah tiba di desa Citalahab kami di terima oleh pak Suryana, setelah menentukan lokasi penginapan kami segera beristirahat karena nanti sekitar pukul 7 malam kami berencana menuju canopy trail untuk melihat jamur. Namun pada malam hari hujan turun dan terpaksa kami membatalkan untuk menuju canopy trail tersebut karena bila turun hujan jamur-jamur tersebut tidak akan menyala.

Minggu pada pukul 05:30 pagi kami bergegas menuju bukit tertinggi di perkebunan teh Nirmala untuk mengabadikan momen sunrise, namun setelah menunggu hingga pukul 06:30 kabut tetap menyelimuti kawasan tersebut hingga padahal bila suasana cerah kami dapat melihat gunung Salak, Gede dan Pangrango. Pukul 07:00 kami melanjutkan perjalanan menuju curug Macan dengan lama perjalanan 1 jam, lokasi curug Macan ini sebenarnya lebih dekat dari stasiun penelitian TNGHS di Cikaniki, curug Macan ini tidak tinggi paling hanya sekitar 8 meter saja.

Setelah selesai berfoto-foto di curug Macan kami melanjutkan perjalanan menuju canopy trail dengan rute kembali melalui stasiun penelitian TNGHS di Cikaniki. Setelah tiba di canopy trail kami segera mengambil beberapa buah foto dan setelah itu kembali melanjutkan perjalanan menuju desa Citalahab dengan mengambil rute perbukitan di dalam hutan tersebut.

 Canopy trail

Jalur Treking  Didalam hutan ini kami banyak menjumpai berbagai macam jenis burung dan spesies tanaman langka juga beberapa buah Anggrek liar yang berada di batang batang pohon besar. Tak lama kami berjalan kami juga menjumpai seekor Lutung yang bergelantungan di pepohonan. Sebetulnya kami ingin melihat Owa Jawa, namun karena berada di tengah-tengah hutan (bukan dekat jalur) maka kami hanya mendengar suaranya saja di kejauhan.

Pukul 10:00 kami tiba kembali di home stay, tak lama setelah berbincang bincang dan makan siang kami berniat kembali ke Jakarta dengan melalui kota Bogor. Pukul 13:00 setelah berpamitan dengan Pak Suryana kami meninggalkan desa Citalahab menuju Cibeber, kembali kami menggunakan jasa ojek untuk menuju Cibeber ini namun dengan kondisi jalan yang lebih bersahabat setelah kurang lebih melalui 6 km perjalanan kami tiba di jalan aspal lumayanlah setelah cukup lelah juga kami melalui medan off road tersebut. Dari ujung aspal ini menuju Cibeber mungkin sekitar 20 km lagi dan memang lebih jauh dari pada rute kita berangkat kemarin namun dengan kondisi jalan yang beraspal.

Setelah tiba di Cibeber kami menaiki angkot (angkutan kota) untuk menuju ke Leuwilian – Bogor dan turun di pasar Leuwi Liang untuk kembali menyambung degan menggunakan angkot 05 menuju ke terminal Bubulak. Setiba dari terminal Bubulak kami menyambung lagi dengan menaiki angkot 03 jurusan Baranang siang – Bogor. Setelah tiba di Bogor kami sempat makan terlebih dahulu karena perut yang sudah lapar hehe. Setelah selesai makan kami kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta AC Ekonomi.

Tempat di Indonesia yang paling keren dan wajib di kunjungi untuk Adventure menurut penulis. :

Taman Nasional Gunung Halimun Salak, alasannya.Di lokasi Taman Nasional ini banyak terdapat berbagai keindahan. Juga akses jalannya cukup menantang apalagi bila dilakukan dengan bersepeda. Kita juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat di desa citalahab, melihat beberapa air terjun, trekking hutan, dan pesona hamparan hijau perkebunan teh Nirmala. Dan yang paling terkenal di tempat ini adalah Glowing Mushrooms atau jamur yang menyala pada waktu malam hari.

SUPERGEAR is coming soon..!! akan ada banyak sekali adventure gear yang bisa didapat dengan menukarkan poin..

Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account kamu (max 10 poin per hari untuk point komentar). Selebihnya komentar mu tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai perlengka[an adventure menarik di SUPERGEAR

Belum terdaftar sebagai member www.djarumsuper.com? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin!!

Share

Saya sudah berumur 18 tahun