Cultural Trip Kasepuhan Ciptagelar
Kasepuhan Ciptagelar : Sederhana, berbagi, memegang warisan adat budaya tapi tetap berpikir maju.
Udah lama banget gw pengen cerita tentang kasepuhan Ciptagelar, kasepuhan Banten kidul yang usianya telah mencapai 641 tahun. Kasepuhan Ciptagelar dipimpin oleh ketua adat yang biasa disebut dengan gelar Abah Anom. Seperti halnya sebuah kerajaan, kepemimpinan kasepuhan ini merupakan kepemimpinan yang turun temurun. Abah Ugi yang bernama lengkap Ugi Sugriana Rakasiwi merupakan generasi ke-16 yang saat ini memimpin kurang lebih 27000 warga. Kasepuhan ini terletak di kaki gunung Halimun yang masih merupakan area Taman Nasional Gunung Haimun
Dari Pelabuhan Ratu, perjalanan menuju kasepuhan Ciptagelar ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan dengan medan Offroad, jalanan tanah berbatu melintasi bukit demi bukit. Hutan, sawah, kebun, sungai akan memanjakan mata sepanjang perjalanan. salah satu spot favorit gw adalah hutan pinus yang biasa kita jadiin tempat istirahat sambil makan nasi timbel, hehe..
Begitu masuk perkampungan Ciptagelar, lumbung-lumbung padi yang dikenal dengan sebutan leuit menjadi daya tarik tersendiri. Itulah kenapa Kasepuhan ini jadi salah satu tempat favorit para crosser, offroader dan petualang kayak gw. Dalam setahun gw bisa berkunjung ke Ciptagelar 3-5 kali..
Di Kasepuhan ini terdapat satu bangunan besar yang biasa disebut “Imah Gede” yang artinya rumah besar. Di Imah gede inilah semua kegiatan berpusat selama 24 jam!! Para penduduk dengan sukarela bergiliran untuk memasak. pokoknya makanan selalu tersedia untuk siapapun yang datang ke rumah ini, baik itu penduduk, tamu maupun orang-orang yang cuma numpang lewat.. Menurut Emak Ndes istri dari Abah Ugi, itu adalah salah satu adat leluhur yang harus dilestarikan, ada filosofi dibalik itu, bahwa kalau kita memberi kesetiap orang tanpa pandang bulu dengan ikhlas, maka tuhan tidak akan membuat kita kekurangan, malah kita akan dilimpahi dengan rejeki..
Memang begitu karakter penduduk kasepuhan Ciptagelar, bekerjasama dan saling membantu. Contoh lain selain memasak bergantian, mereka juga bergiliran membersihkan halaman desa, suka rela menyisihkan hasil panen yang akan disimpan di lumbung padi utama yang disebut “Leuit si Jimat”, dan masih banyak lagi. Intinya, dengan saling membantu tanpa pamrih, mereka yakin mereka ngga akan hidup kesulitan. Untuk yang pernah datang kesana pasti tau, bahwa warga bakal senang hati mempersilahkan kita buat menempati rumah mereka.. For free!!
Ada banyak acara adat di kasepuhan ini, Upacara yang berkaitan dengan menanam padi aja ada sekitar 7 jenis upacara dari mulai Ngaseuk (Upacara sebelum menanam), Sepang Jadian Pare (satu minggu setelah menanam), Mapag Pare Beukah (setelah bulir padi pertama keluar, dan upacara ini dimaksudkan untuk menghindari hama), Sawenan (setelah bulir padi semakin banyak, upacara ini juga untuk menghindari hama), Mipit Pare (diadakan saat akan memotong padi), Ngbukti (dilakukan pada saat gabah ditumbuk dan dimasak pertama kali oleh emak) dan Ponggokan (seminggu sebelum seren taun, untuk menetapkan pajak). Sedangkan upacara Seren taun adalah puncak dari semua kegiatan masyarakat Ciptagelar yang dilakukan setiap tahun.
Saat upacara seren taun, kasepuhan Ciptagelar selalu dipenuhi oleh pengunjung, dan jangan salah.. pengunjung dari luar negeri juga banyak banget yang datang. Upacara seren taun yang pernah gw datengin bahkan mengundang penyanyi dangdut Inul Daratista dan Uut Permatasari.. belum lagi kesenian adat seperti Wayang, Jipeng, Topeng yang bisa digelar selama 7hari berturut-turut!!
Selain saat upacara seren taun, periode pemilihan para pemimpin daerah dan Negara juga merupakan waktu yang ramai pengunjung untuk kasepuhan, banyak banget yang datang untuk mendapatkan “petuah” bahkan “wangsit” dari abah. Satu pertanyaan yang konon selalu dilontarkan Abah saat ada yang datang memohon petuah adalah “memangnya udah siap jadi pemimpin?” hehehe.. kalau aja gw boleh nitip satu pertanyaan buat para pencari petuah itu, mungkin gw akan minta Abah buat nanya “beneran ngga baka lupa sama janji-janji nya?”.
Gw sendiri juga pernah punya pengalaman unik disana, suatu hari gw dan temen-temen satu klub paralayang pergi ke Ciptagelar dalam rangka pemilihan ketua baru (rada dicari-cari nih alesan buat jalan-jalannya..hehehe), gw kebetulan cukup deket sama emak ndes, Waktu itu temen-temen gw tiba-tiba iseng nyuruh gw nanya “wangsit” siapa yang pas jadi ketua.. sambil ngobrol ngalor ngidul di dapur Imah Gede, akhirnya gw kebawa iseng juga buat nanya ke emak.. Emak cuma ketawa, trus jawab “nanti kalau udah terpilih dan memang cocok, pasti ada bekal tanda dari sini” hmmm.. agak-agak bikin bingung juga jawaban nya.. tapi yaudah, abis itu gw ngga mikirin lagi ucapannya emak. malem nya setelah proses yang agak alot buat nentuin calon (asal tau aja.. keempat calon dicalonkan paksa, karena semua asik nunjuk-nunjuk orang lain..hahaha) pemungutan suara untuk ketua baru pun dilaksanakan. Ketua baru terpilih dengan suara mayoritas dari peserta.
Naaaaahhh, hal unik terjadi esok hari nya.. waktu emak ndes nanya kita pulang jam berapa, gw jawab kalau temen-temen yang lain masih nunggu ujan biar offroad nya tambah seru.. trus emak dengan enteng nya bilang “kalau nunggu disini ngga akan ujan, soalnya penduduk emak lagi kerja.. tar abis lewatin kampung aja emak pesenin ujan nya”. setengah jam kemudian akhirnya kita memutuskan buat jalan pulang. Dan bener aja, pas kita melewati batas kampung, kita sempet turun buat foto-foto disekitar leuit, setelah kelar sesi narsis.. ujan turun deraaaaasss banget.. gw cuma bisa senyum-senyum inget ucapan emak. Oiya, waktu itu gw satu mobil sama ketua baru yang terpilih, dan belum abis keheranan gw tentang “pesenan” ujan ini, tiba-tiba sang ketua nemuin sepasang batu cincin warna putih yang tiba-tiba aja ada di jok mobilnya.. hmmmm, pikiran gw langsung balik ke ucapan emak lagi, bahwa kalau ketua baru itu cocok bakal ada tanda dari kasepuhan.. percaya ngga percaya.. tapi itu semua bener-bener kejadian..!!

Kasepuhan Ciptagelar ngga bakal pernah bosan gw datengin, tempat ini amat sangat gw rekomendasikan untuk siapa aja yang pengen cultural trip. Kasepuhan Ciptagelar menginspirasi banyak orang mengenai keseimbangan hidup, mereka memegang teguh adat budaya tapi juga tidak menutup diri dari perkembangan jaman. Contohnya dalam hal teknologi, Ciptagelar mungkin satu-satunya kasepuhan yang terletak di lembah antara dua bukit, tapi memiliki jaringan telekomunikasi dan Internet.. orang-orang yang dipercaya sebagai tim PR pun bahkan membuat Facebook dan Multiply sebagai sarana penyebarluasan informasi mengenai kasepuhan. Keren kan??
*All pictures are courtesy by Paul G, Calie "Kolonel" and Kelly Damayanti
Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.
-
15.05.10 12:26
-
06.05.10 12:00
-
15.12.09 12:05
-
05.12.09 03:27
-
24.11.09 13:11





