Djarum Super Adventurace 2 , The Extreme Journey. Ayo taklukkan Timur Tengah.

13/07/2010

 

Pada hari keempat, 16 Juni, para peserta mulai merasakan sesungguhnya the extreme journey, tema dari tantangan gurun pasir ini.

Usai finish camel riding di Al Tataki, mereka harus berlari lagi sejauh 17 km sejak pukul 05.00 pagi menuju Al Humayma untuk memulai lomba sepeda. Sengatan matahari gurun yang panas benar-benar jadi santapan selama perjalanan.  Tim Anhang, yang saat orienteering kota di Dubai mendapat banyak pinalti  menjadi tim pertama yang mencapai start sepeda. 

Sementara empat tim lainnya, tertinggal antara 1 hingga 1,5 jam dibelakang mereka. 

Kejutan sempat diperlihatkan tim Iron Man. Mereka yang sebenarnya tertinggal  sembilan jam dari tim lainnya mampu finish berdekatan dengan tim lainnya di Al Humayma.

“Onta yang kami tunggangi  tidak mengalami masalah sehingga kami bisa mengejar. Saya dengar  beberapa onta tim lain bermasalah seperti berhenti di tengah jalan untuk makan  tanaman yang dilewati,” jelas  Hendy Hilmawan. 

Meski  onta-onta tersebut dituntun  pemiliknya, tapi  tidak ada yang sanggup memaksa  kemauan para onta tersebut , termasuk makan semak-semak Saraj yang ada disekitar gurun.

Melintasi Petra

Tahap akhir etape 2 yakni bersepeda dari Al Humayma menuju Wadi Subrah berjarak 75 km jadi perjalanan ekstrim  selanjutnya. Tim Anhang yang start lebih awal, pukul  12,00, ketimbang tim lainnya beruntung memiliki  Irvan Firmansyah yang memilki skill bersepeda  paling menonjol. Irvan  yang menekuni sepeda gunung down hill jadi motor bagi anggota Anhang lainnya, Yedi dan Rully Sutikan untuk unggul jauh di lomba ini.

Pengalaman menarik dialami Irvan dkk dalam lomba bersepeda. Saat bermalam di antara Al Humayma dan Bier Al Hammad dalam perjalanan menuju finish sepeda di Wadi Subrah, mereka menginap di sebuah sekolah di perkampungan suku Bedouin. Rully yang mampu berbahasa Arab karena jebolan pesantren  membuat tim Anhang diterima dengan tangan terbuka oleh  penduduk setempat.

Tak hanya dijamu makan malam lengkap dengan  roti dan sae, teh manis khas Arab, mereka juga diizinkan bermalam di sekolah. Sebuah blessing in disguise bagi Anhang karena mereka tidak membawa perlengkapan masak dan tenda karena awalnya memprediksikan bisa mencapai  Wadi Subrah sebelum malam tiba.

“Benar-benar luar biasa pengalaman pada Djarum Super Adventurace 2 ini. Untung kami punya Rully yang bisa berkomunikasi dengan mereka,” ungkap Yedi.  “Hanya saja, karena semua pintu sekolah itu ditutup kami sempat kedinginan saat tidur di teras sekolah.  Kami terpaksa pindah tidur ke kamar mandi sekolah yang lebih hangat. Baru kali ini, saya tidur di kamar mandi,” tambahnya  usai ditemui di Wadi Subrah, finish sepeda.

Tim Anhang jadi peserta pertama yang menyelesaikan finish etape 2 di Wadi Subrah. Sedangkan tim-tim lainnya menyusul antara satu hingga tiga jam berikutnya. Tim Iron Man jadi peserta paling akhir tiba. 

Musibah dua kali ban sepeda jadi hambatan. Opsi istirahat 4 jam diambil seluruh tim untuk memulihkan kondisi sebab perjalanan etape 3 yakni Wadi Subrah-Big Petra-Little Petra-Wadi Araba jauh lebih ekstrim karena peserta ditantang medan hiking dan trekking yang sangat berat serta panas yang benar-benar menyengat.

Perjalanan di etape 3 ini memilki sisi menarik. Mereka melintasi kawasan Petra, salah satu dari tujuh keajaiban  dunia, yakni lembah di areal bukit yang dibangun oleh bangsa Nabatian pada 3000 tahun yang lalu. Al Khazeh, atau Treasury, bukit karang yang diukir bangunan bergaya Romawi oleh suku Nabatian yang terkenal itu menjadi pemandangan unik dalam petualangan kali ini.

“Sayang, saya tidak bisa menikmati objek wisata ini. Lihat dari jauh saja sudah cukup soalnya kami harus mengejar waktu sebelum malam menuju Wadi Araba. Kabarnya, ini jalur yang cukup berbahaya karena banyak binatang liar,” jelas Irvan usai menuruni bukit di dekat Great Temple Petra.

Hingga hari keenam, 18 Juni, sudah setengah perjalanan Djarum Super Adventurace 2 dilalui peserta. Masih ada tiga etape lagi. Satu etape di Jordania, sedangkan dua etape berikutnya akan digelar di Muscat, Oman. Etape empat  yang akan berlangsung, 19 Juni  akan melintasi kawasan Laut Mati dengan tantangan berupa off road serta berenang.  Meski semua penilaian masih dikalkulasi pihak Caldera, tapi konsistensi  dipertunjukkan tim Anhang  yang memimpin lomba sementara.


Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.