Pementasan "Sie Jin Kwie"
Siapa yang tidak tahu Teater Koma, kelompok teater yang didirikan oleh Nano Riantiarno ini selalu menyuguhkan pentas yang “wajib” ditonton.
Jumat, 5 Februari 2010 menjadi pementasan perdana lakon Sie Jin Kwie. Pementasan yang disadur dari naskah karya Tio Keng Jian dan Lo Koan Chung, disutradai sendiri oleh Nano Riantiarno. Tingkat kesulitan pementasan ini terbilang tinggi, 250 potong busana yang dikenakan oleh pementas, musik, properti dan dekorasi panggung dengan perpaduan budaya cina dan jawa benar-benar membuat pementasan tersebut dapat menghipnotis penonton. Sie Jin Kwie dibagi menjadi trilogi. Trilogi pertama, Sie Jin Kwie (Ceng Tang), Trilogi kedua Kena Fitnah rencananya akan diproduksi ditahun 2011 dan Trilogi Ketiga Negeri Sihir (Ceng See) akan di produksi pada tahun 2012.
Kisah ini mengambil latar negeri Cina di pertengahan abad ketujuh. Diceritakan Sie Jin Kwie muncul dalam mimpi Kaisar Taizong bernama Lisbin yang akan menolong sang kaisar dari bahaya maut. Sang kaisar pun kemudian mencoba mencari Jin Kwie. Saat tumbuh dewasa, Jin Kwie terpanggil untuk membela negaranya yang sedang perang dengan melamar menjadi prajurit.
Namun usahanya dipersulit Jenderal Thiosukwie yang haus kekuasaan. Tapi dengan jiwa kepahlawanan dan patriotisme serta keikhlasan dalam membela bangsanya dari serangan Raja Kolekok, Jin Kwie akhirnya berhasil menyelamatkan Kaisar Lisbin.
Pada saat pertamakali daraft naskah dibuat, durasi pementasan Sie Jin Kwie diperkirakan bisa berdurasi sekitar 8 jam, dan setelah melalui proses pengeditan berulang kali durasinya menyusut hingga hanya sekitar 4 jam. Pentas lakon Sie Jin Kwie merupakan perbauran antara Opera China, Bonek Potehi, Golek Menak, Wayang Wong dan Wayang Tavip. walaupun pentas ini menceritakan tentang kepahlawanan, namun teater Koma mampu mengemas alur pementasan ini dengan sangat menarik, suara tawa penonton seringkali terdengar ditambah dengan celetukan-celetukan kekaguman akan detail properti yang digunakan.
Seluruh pemain berlakon total, semua peran terlihat sama pentingnya dan seluruh adegan dalam pementasan ini sama sekali tidak membuat bosan, dimulai tepat pukul 19.30, 4 jam beralu tanpa terasa karena kejutan-kejutan yang didapatkan baik dari segi cerita, koreografi, musik dan properti.
Bahkan menurut sang sutradara, ia harus berburu alat musik hingga ke singapura untukmembuat pentas ini sempurna, pasalnya di Indonesia tidak ada yang menjual dua alat musik ini, yang jika dipukul bunyinya "dungid" dan "cieng". Di singapura pun alat musik tersebut sudah jarang ditemui dan sudah tidak di produksi. Lucunya, penjual alat music ini yang juga keturunan cina terkaget kaget saat ia tahu bahwa yang akan dipentaskan adalah lakon Sie Jin Kwie
Pementasan ini digelar hingga tanggal 21 Februari mendatang dalam rangka ulangtahun teater koma yang ke 33. Beberapa pemain yang saya temui di area back stage menyatakan kesiapan nya untuk menghibur penonton selama 15 hari. Sama seperti saya dan ratusan penonton yang memadati Graha Bakti Budaya malam itu, mereka pun yakin pementasan Sie Jin kwie akan sukses. Pementasan ini benar benar membuka wawasan dan memacu semangat kreatifitas.
lihat saja rekaman latihan lakon Sie Jin Kwie dibawah ini..
Penasaran kan seperti apa pementasan asli nya? segera ke Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki dan jadi bagian salah satu pentas termegah tahun ini.
Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.
-
06.06.10 09:03
-
06.06.10 08:40
-
21.05.10 09:31
-
18.05.10 13:52
-
16.05.10 08:40





