Teater Gandrik Pukau Warga Yogyakarta

06/06/2010

Oleh: Mahdi Manshuri

Teater Gandrik kembali menyapa warga kota Yogyakarta dengan mementasan lakon berjudul “Pan-Dol”. Acara teatrikal ini dipentaskan di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 4 dan 5 Juni 2010.

Lakon bertema korupsi ini sanggup memukau semua penonton yang memadati Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Sajian yang dipenuhi guyonan khas wong Yogya ini sering diselingi komentar-komentar dari penonton yang menimbulkan gelak tawa seluruh penonton.

Sebut saja Putri, mahasiswi Fikom Unpad Bandung ini sangat terkesima dengan sikap santai dari para personil Teater Gandrik.

Kan jarang dalam sebuah pementasan teater sebelum tirai dibuka, penonton bisa melihat kegiatan para pemainnya. Tapi, tadi mereka sangat nyantai” sebut Putri yang menyempatkan menonton acara teater pas sedang berlibur ke Jogja.

Memang saat pintu Concert Hall dibuka, para penonton langsung disuguhi aktivitas dari seluruh pemain sebelum teater dimulai. Djaduk yang menjadi penata musik pun masih nampak menikmati rokoknya. Sang kakak, Butet pun terlihat masih dipijiti oleh pemain teater  lainnya.

Sajian teater yang berdurasi sekitar 2,5 jam ini dibuka dengan babak di mana Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten Kota Bulus sedang menawarkan dagangannya yaitu Peraturan Daerah.

Tema korupsi yang berjudul Pan-Dol sendiri telah dipersiapkan cukup lama. Sekitar satu setengah bulan yang lalu (bulan April), di mana naskah Pan-Dol telah disepakati untuk dipentaskan.

Menurut penuturan Butet Kartaredjasa, persiapan ini terbilang lancar. Memang sering terkendala dengan kesibukan para anggota Teater Gandrik.

Namun ide untuk kembali ber reuni bagi para pemain-pemain generasi lama Teater Gandrik dengan Pan-Dol sebagai produksinya membuat para anggota Teater Gandrik bisa merampungkan proses latihan tepat waktu.

Sementara sebagai penata musik, Djaduk Ferianto menyebutkan perlu waktu lumayan lama.

“Sekitar 20 kali latihan dari mulai design musik hingga penyelarasan nada memakan waktu 1,5 bulan. Pokoknya disesuaikan dengan latihan pemain”, jelasnya.

“Untuk latihan sendiri, Kami melakukan tiga kali latihan per minggu dan menjelang pementasan akan ditambah porsinya”, imbuhnya.

Secara keseluruhan, sajian teatrikal ini mampu menghipnotis penonton. Kekuatan utama dari para pemain Teater Gandrik adalah kemampuan berimprovisasi. Hal ini terlihat dalam salah satu dialog di mana Butet yang memerankan Bupati Kota Bulus sempat disindir dengan kasus “chatting 2 juta”. Penonton sontak tertawa terbahak-bahak.

Dengan antusiasme penonton kota Yogyakarta, pementasan Pan-Dol pun tak hanya disajikan dalam 2 hari 4 dan 5 Juni namun akan ditambah pada tanggal 23 Juni.


Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.